Suku Tampuan, Kamboja

Suku Tampuan (baca: tompuan atau tampuon), adalah suatu kelompok masyarakat penduduk asli yang berdiam di Kamboja. Pemukiman suku Tampuan tersebar di bagian selatan dan barat pegunungan provinsi Ratanakiri, Kamboja. Populasi suku Tampuan diperkirakan lebih dari 25.000 orang.

Nama lain: Campuon, Kha Tampuon, Proon, Proons, Tamphuan, Tampuen, Tampuon
Negara: Kamboja

Cabang bahasa: Mon-Khmer
Rumpun bahasa: Austroasiatic


Orang Tampuan dikelompokkan dalam kelompok Khmer Loeu, yang ditujukan kepada semua penduduk yang berada di pegunungan "hilltribes", sebagai penduduk non Khmer.

Orang Tampuan berbicara dalam bahasa Tampuon yang merupakan bagian dari keluarga bahasa Mon-Khmer.

Pemukiman orang Tampuan yang pada umumnya berada di daerah dataran tinggi pegunungan, setiap desa dihuni antara 100 sampai 400 orang. Selain memiliki rumah di desa, mereka biasanya memiliki rumah di lokasi pertanian mereka.
Rumah tradisional Tampuan model rumah panjang panggung dengan ketinggian 3 sampai 6 kaki (sekitar 1 sampai 1,8 meter). Dinding, lantai, atap dan pintu terbuat dari bambu anyaman. Kebanyakan rumah berbentuk persegi panjang, antara 3 sampai 5 meter. Tapi pada masa sekarang ini, orang Tampuan telah banyak yang hidup kaya, dan membangun rumah kayu dengan atap baja bergelombang menunjukkan kemewahan. Di beberapa tempat, rumah panjang orang Tampuan bisa sepanjang 60 m.

patung meninggal
(travelfish)
Sistem kepercayaan orang Tampuan sebagian besar masih menganut unsur animisme, mereka percaya segala bentuk roh-roh yang berpengaruh terhadap segala sesuatu. Roh-roh jahat harus diredakan melalui pengorbanan hewan. Melanggar perintah roh jahat bisa menyebabkan musibah atau penyakit. Mereka memiliki dukun yang dibayar untuk berbicara dengan para roh-roh. Untuk mengenang keluarga yang telah meninggal, mereka mendirikan patung kayu di kuburan.
pertemuan ibadah,
desa Sakrieng, Ratanakiri, Kamboja
(Juli, 2007)

(solidjoys)
Terdapat sebagian kecil dari orang Tampuan mulai mengenal ajaran agama Kristen yang diperkenalkan para misionaris gereja yang hadir ke wilayah mereka.

Orang Tampuan memiliki sistem matrilineal, dengan nama keluarga ibu menurun ke anak-anak mereka. Mereka menikah antara usia 14 dan 18 tahun. Pasangan muda tinggal bersama dan melayani keluarga calon pengantin perempuan selama 3 tahun, dan kemudian pindah untuk melayani keluarga calon pengantin laki-laki selama 3 tahun tambahan. Pada titik ini, pasangan muda dianggap mampu memulai kehidupan dan pertanian mereka sendiri.

Pola hidup suku Tampuan terutama dari beras, ditambah dengan ikan atau sayuran direbus. Mereka memelihara beberapa hewan ternak, seperti babi, anjing, ayam, sapi dan kerbau, tapi mereka tidak terlau suka memakan daging, karena daging biasanya digunakan untuk upacara pengorbanan dalam tradisi adat animisme mereka.

salah satu tari tradisional Tampuan
(peoplesoftheworld)
Pada umumnya orang Tampuan sangat menyukai musik. Sejak usia muda mereka telah belajar berbagai jenis musik, seperti gitar, biola, banjo senar, drum, seruling dan gong. Gong adalah instrumen yang paling penting. Gong terbuat dari perunggu, dan terdiri dari 1 set untuk 5 ritme dan 1 set untuk 8 melodi. Bermain gong adalah urusan komunal, sebanyak 13 laki-laki memainkan gong dan 2 laki-laki bermain perkusi. Kadang-kadang irama gong disertai dengan tarian. Secara tradisional, para laki-laki memainkan instrumen dan para perempuan bernyanyi.

Orang Tampuan bertahan hidup pada bidang pertanian subsisten, mempraktekkan bentuk slash rotasi dan pembakaran lahan pertanian. Tanah di sekitar desa tersebut dimiliki bersama. Ketika nutrisi pada sebidang tanah tertentu yang habis, biasanya setelah 2 atau 3 tahun, plot baru dibersihkan, dibakar,* dan siap untuk ditanam. Untuk menghasilkan beras mereka menanam padi pada lahan kering.

Di luar kegiatan pertanian, mereka melakukan perburuan menggunakan busur dan senapan ringan untuk berburu babi hutan, rusa, burung untuk memperoleh daging untuk kebutuhan makanan tambahan bagi keluarga mereka. Sedangkan tikus kecil dan semut dikonsumsi sebagai makanan ringan.
Dalam kehidupan masyarakat suku Tampuan, banyak hal tabu (pantangan) untuk sejumlah makanan, sesuai dengan aturan klan mereka masing-masing.


referensi:
  • wikipedia
  • Crowley, James Dale, Vay Tieng, & Wain Churk. (2007). Tampuan Khmer English dictionary: dengan bahasa Inggris Khmer Tampuan glossary. Kamboja: Emu International & National Language Institute of Royal Academy of Kamboja. ISBN 0-9727182-4-9.
  • Crowley, James Dale. (2000). Tampuan fonologi. Mon-Khmer Studi 30:1-21.
  • travelfish
  • solidjoys
  • peoplesoftheworld
  • dan sumber lain
artikel terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,