Suku Mizoram, India

suku Mizoram
Suku Mizoram, adalah salah satu suku bangsa yang memiliki ras Mongoloid yang berada di India. Masyarakat Mizoram, atau suku Mizo yang tergolong keturunan Mongol, adalah sebuah masyarakat pertanian yang terdiri dari 750.000 orang. Tanah Mizoram terletak di antara Bangladesh, yang beragama Islam di perbatasan barat dan Myanmar yang beragama Budha di perbatasan timur dan selatan, dan negara-negara bagian Assam, Manipur dan Tripura di perbatasan utaranya.

pakaian adat
suku Mizoram
Pada awalnya suku Mizoram ini percaya kepada roh yang disebut Pathan. Tradisi lama mereka adalah suka berperang dengan suku-suku lain, dan memenggal kepala musuhnya.
Pada abad 19, agama Kristen masuk dan diperkenalkan kepada masyarakat Mizoram. Sejak itu mereka pun meninggalkan kebiasaan lamanya, suka berperang, memenggal kepala musuhnya dan meninggalkan kepercayaan kepada roh-roh di alam. Saat ini masyarakat suku Mizoram secara mayoritas telah memeluk agama Kristen, bahkan menurut mereka, bahwa mereka adalah bangsa yang paling Kristen di dunia. Gereja Nasional Mizoram dipenuhi oleh hampir 95 % penduduk Mizoram. Setiap kali seorang ibu Mizo menanak nasi, dia meletakkan segenggam beras ke dalam sebuah ‘mangkok misi’. Beras itu di bawa ke gereja lalu dikumpulkan dan di jual. Dana itu dipakai untuk membiayai para misionaris.

Dengan hadirnya para misionaris di Mizoram ini juga menyebabkan dihapusnya perbudakan tradisional di India.
seorang anak Mizoram
dengan bendera Israel di pipi
Suatu hal lain yang menarik pada suku Mizoram, adalah mereka menjadi salah satu bangsa yang diidentifikasikan sebagai salah satu dari 10 suku Israel yang hilang. Dari perjalanan sejarah, tradisi dan budaya mereka yang mirip dengan kebiasaan orang Israel zaman dahulu, membuat mereka dianggap sebagai salah satu dari bangsa Israel.

Keramahtamahan masyarakat Mizoram telah dikenal di seluruh dunia, seorang yang pernah ke Mizoram menceritakan masyarakat suku Mizoram memiliki "mata yang tertawa dan muka yang tersenyum". Kemurahan hati dan kesediaan berkorban nyata juga dalam semangat mereka membantu para tetangga yang rumah-rumah bambunya hancur dalam musim hujan monsun setiap tahun.

referensi:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,