Suku Ras Mongoloid di Bangladesh


suku Chakma
Bangladesh, dihuni oleh sebagian besar suku Bengali yang menjadi mayoritas di Negara ini, sekitar 98% dari total penduduk Bangladesh.  Sedangkan suku-suku minoritas di Bangladesh, hanya 2%. Pada sensus terakhir tahun 1981 jumlah keseluruhan populasi suku-suku minoritas di Bangladesh adalah sebesar 778.425 orang. Mereka tinggal di daerah pedesaan di perbukitan, kebanyakan mereka mempraktekkan metode perladangan berpindah.

Suku-suku minoritas ini pada umumnya adalah keturunan Sino-Tibetan yang memiliki fitur khas Mongoloid. Suku-suku minoritas ini memiliki tradisi sosial yang berbeda-beda dalam organisasi sosial mereka, adat perkawinan, upacara kelahiran, kematian, makanan, dan kebiasaan sosial lainnya. Mereka berbicara dalam keluarga bahasa Tibeto-Burman.

Suku minoritas ras Mongoloid di Bangladesh, adalah:
  • Chakma
  • Marma (atau Magh)
  • Tippera (atau Tipra)
  • Mro (atau Moorang)
  • Tripura
  • Tanchangya
  • Chak
  • Murong
  • Khumi
  • Boam
  • Lushai
  • Pankho
  • Khyang.

Suku-suku ini hidup berbaur berdampingan, tetapi mereka tetap menjaga keaslian sukunya serta budaya, bahasa dan adat-istiadatnya, sehingga mereka mudah dibedakan satu sama lain. Perbedaan terlihat dari bahasa dan dialek, pakaian dan adat istiadat.
Berbeda dengan suku minoritas lainnya yang tinggal di dataran tinggi perbukitan, suku Chakma dan suku Marma umumnya hidup di lembah. Suku Chakma mayoritas penganut Buddha, beberapa lain adalah penganut Hindu dan Kristen.

Semua kelompok suku-suku minoritas di Bangladesh, memiliki warisan budaya yang berbeda. Lagu-lagu dan tarian dari kelompok etnis minoritas ini sangat populer di Bangladesh. Gaun tradisional dan ornamen wanita sangat cantik dan berwarna-warni. Gaun tradisional sebagian besar terbuat dari bahan tenun tangan. Biasanya, para wanita memakai ornamen perak.

Pekerjaan utama dari masyarakat suku minoritas di Bangladesh adalah pada bidang pertanian, pada budidaya Jhum, terutama dengan sistem tradisional di bukit Chittagong.

sumber:

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,