Suku Korubo


suku Indian Korubo
Suku Indian Korubo, adalah suku terpencil yang berada di pedalaman hutan Amazon. Mereka pertama kali melakukan kontak pada tahun 1996. Suku Korubo dikenal secara lokal di Brasil sebagai Caceteiros yang secara harfiah berarti "clubber" dalam bahasa Portugis. Selanjutnya, mereka dikenal sebagai "Head-Bashers" dalam pers populer. Anugerah nama ini, mereka terima karena mereka membawa klub perang yang mereka gunakan untuk bertarung dalam setiap pertempuran. Sayangnya bagi pemerintah Brasil FUNAI (Fundação Nacional Indio), tujuh anggota mereka telah dipukuli sampai mati oleh anggota suku Korubo. Anehnya, FUNAI tidak berusaha untuk menangkap atau menghukum individu yang terlibat, dan mengatakan bahwa mereka tidak tahu tentang hukum Brazil yang melarang pembunuhan seperti ini dan karenanya tidak bisa dituntut. Pembunuh itu kemudian diketahui bernama Maya seorang kepala kelompok Korubo

Suku Korubo menyebut diri mereka “Dslala”. Mereka berbicara dengan bahasa dalam keluarga Pano linguistik yang berkaitan erat dengan dialek Pano Utara yaitu dialek Matis dan Mayoruna-Matses India. Namun, tidak seperti suku-suku lain yang hidup di Lembah Sungai Javari seperti Matis, Mayoruna-Matses, dan Marubos, mereka tidak memiliki tato pada wajah mereka. Namun, mereka mudah dikenali dengan karakteristik potongan rambut mereka, yang erat dipotong di belakang dan lebih panjang di depan. Baik pria maupun wanita mengecat badannya sendiri dengan pewarna merah dari tanaman roucou. Sebuah cabang kelompok dipimpin oleh seorang wanita bernama Maya. Kelompok ini adalah kelompok sempalan memiliki sekitar 23 anggota dari kelompok yang lebih besar diperkirakan memiliki 150 anggota. Ini terjadi karena perselisihan yang terjadi antar kelompok.

Berburu dan bersenjata perang sumpit beracun adalah senjata utama dari kelompok, mereka tidak mudah untuk menggunakan senjata lain selain sumpit beracun itu. Mereka kerja sekitar 4-5 jam setiap harinya. Mereka sering hidup di dalam pondok besar, pondok komunal yang mereka sebut Malocas. Meskipun pada awalnya menjadi pemburu dan pengumpul, mereka juga berlatih hortikultura dan menanam tanaman khas dari Amazon seperti singkong, pisang dan jagung.

suku Korubo
Seperti suku-suku lain di Lembah Sungai Javari , seperti Mayoruna-Matses, mereka tidak mengenal praktek-praktek spiritual atau agama , mereka melakukan praktek pembunuhan bayi yang mengalami cacat ketika lahir seperti bibir sumbing. Sayangnya, bibir sumbing sering terjadi karena hubungan sedarah atau incest yang mereka lakukan. Bahkan anak yang lebih tua kadang-kadang juga dikorbankan. Sebagai contoh, Maya membunuh salah satu anak perempuannya sendiri ketika dia sakit malaria. Dia berkata bahwa dia membunuh anaknuya karena dia takut penyakit itu akan menyebar ke orang lain.

Beberapa anggota Suku Korubo melakukan kontak dengan masyarakat modern meskipun pada beberapa kesempatan mereka melakukan bentrokan dengan masyarakat sekitar. Populasi dari suku utama tidak diketahui tapi diperkirakan dari pengintaian udara sekitar beberapa ratus individu.

sumber:
  • en.wikipedia.org/WIKI/KORUBO 
  • www.amazon-tribes.com/index.html
  • kaskus.co.id

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,