Suku Uma Pipikoro, Sulawesi

pemukiman suku Uma Pipikoro
pic: citizenimages kompas
Suku Uma (Uma Pipikoro), adalah suatu komunitas adat masyarakat yang mendiami daerah di Pipikoro yang berada di daerah pegunungan di tepi sungai Koro kecamatan Kulawi kabupaten Donggala provinsi Sulawesi Tengah. Populasi suku Uma ini diperkirakan sebesar 28.000 orang pada sensus tahun 1999.

Sekelompok masyarakat suku Uma pada beberapa puluh tahun yang lalu bermigrasi ke Gimpu dan lembah Palolo, Palu dan Pani'i, kira-kira 120 km dari kota Palu dan juga bermukim di kabupaten Luwu provinsi Sulawesi Selatan. Sekelompok lain bermigrasi ke wilayah Sulawesi Selatan. suku Uma juga terdapat di kabupaten Luwu Sulawesi Tengah dan sebagian kecil di Benggalau Sulawesi Selatan.

klasifikasi: Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia, Sulawesi, Sulawesi Tengah, Barat Tengah, Kaili-Pamona, Kaili, Uma

Suku Uma ini digolongkan sebagai subfamili dari suku Kaili-Pamona. Suku Uma berbicara dalam bahasa Uma, yang memiliki beberapa dialek, tergantung wilayah pemukiman suku Uma, yaitu:
  • Winatu (Uma Utara)
  • Tobaku (Uma Barat, Dompa, Ompa)
  • Tolee (Uma Timur)
  • Kantewu (Uma Tengah)
  • Aria (Uma Selatan)
  • Benggaulu (Bingkolu)
  • Bana (Sulawesi Selatan)

gadis suku Uma
pic: joshuaproject
Suku Uma sebagian besar adalah pemeluk agama Kristen, terutama yang bermukim di wilayah Sulawesi Tengah, sedangkan yang bermukim di Sulawesi Selatan memeluk agama Islam.

Masyarakat suku Uma sebagian besar adalah sebagai petani. Mereka menanam beragam jenis tanaman, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Termasuk menanam padi di sawah dan beberapa tanaman keras lain. Beberapa hewan ternak juga menjadi pilihan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

sumber:
  • joshuaproject.net
  • citizenimages.kompas.com
  • bontocina-kaizen.blogspot.com
  • dan sumber lain

1 comments:

  1. Senang dan menarik, gali terus sampai dapat pohon dan akarnya, JBU.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,