Suku Wawonii, Sulawesi

masyarakat Wawonii
Suku Wawonii, adalah suatu suku asli yang mendiami pulau Wawonii di provinsi Sulawesi Tenggara.

Menurut cerita, nenek moyang Orang Wawonii berasal dari kampung Lasolo dan Soropia (Torete) dan daratan Buton Utara di kampung Kulisusu. Mereka telah mendiami pulau ini sejak berabad-abad yang lalu.

Istilah "wawonii" berasal dari kata “wawo” yang berarti "di atas" dan “nii” yang berarti "kelapa". Jadi "wawonii” kalau diartikan adalah “diatas kelapa”. Pulau Wawonii memang banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa. 

Beberapa kisah tentang orang Wawonii, adalah bahwa orang Wawonii punya ilmu hitam yang sangat ampuh untuk melumpukan orang lain. Sedangkan menurut orang Wawonii, bahwa ilmu hitam itu hanya dimiliki orang-orang tertentu saja. Saat ini ilmu hitam sudah sangat jarang digunakan oleh orang Wawonii. Tapi terlepas dari cerita ilmu hitam tersebut, orang Wawonii adalah orang yang sangat ramah dan terbuka, baik dalam pergaulan sesama mereka maupun dengan orang luar.

Mata pencaharian orang Wawonii adalah pada bidang pertanian. Mereka menanam padi padi, jagung, dan kacang hijau, maupun tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh, jambu mete, kakao, pala, dan pisang. Tanaman kelapa menjadi sumber penghidupan utama Orang Wawonii selain berladang berpindah, mengolah kayu dan merotan. Buah kelapa diolah menjadi kopra dan hasilnya dijual di kota Kendari dengan menggunakan perahu layar (kapal) masyarakat setempat. Sebagian kecil dari masyarakat suku Wawonii mengolah kayu dan merotan yang dibutuhkan untuk pembuatan rumah masyarakat.

Walaupun mereka tinggal di pesisir, tapi orang Wawonii jarang yang hidup sebagai nelayan. Mereka lebih mengutamakan kopra daripada menangkap ikan di laut. Karena kopra sudah menjadi semacam tradisi bagi masyarakat Wawonii. Di perkampungan pesisir Orang wawonii, mereka memanfaatkan lahan pesisir pantai sebagai tempat untuk menjemur kelapa untuk menghasilkan kopra serta banyak terdapat rumah panggang kelapa, perahu dan kapal-kapal kecil tetapi bukan untuk mencari ikan namun sebagai alat transportasi untuk mengangkut kopra.

Kehadiran investor pertambangan di Wawonii, dikuatirkan akan menyebabkan terganggunya ketentraman masyarakat Wawonii. Pertambangan akan merusak pulau mereka, dengan lubang-lubang yang merusak keseimbangan alam pulau Wawonii, selain itu masyarakat Wawonii juga tidak menyukai kehadiran perusahaan tambang yang diyakini akan mengganggu ketentraman hidup mereka.

sumber:
  • yhs2008.wordpress.com
  • arbit88.blogspot.com
sumber lain dan foto:
  • mukhtar-api.blogspot.com

3 comments:

  1. nama WAWONII tidak hanya sekedar artian “di atas kelapa” tetapi merupakan nama keseharian Raja pertama Tangkombuno atau Pulau Wawonii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. trims @Hannibal, untuk masukkannya
      salam kenal

      Delete
  2. melihat Peta Citra Pulau Wawonii terlihat jelas ukiran pada tengah pulau yakni sebuah tunas kelapa. Hal ini menandakan bahwa Pulau Wawonii bukan hanya sekedar nama,tetapi juga merupakan unsur simbolis akan keberadaan pulau tersebut.trims

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,