Suku Mukomuko

rumah adat suku Mukomuko
Suku Mukomuko, adalah suatu komunitas suku yang pemukimannya berada di bagian paling utara di wilayah provinsi Bengkulu. Daerah pemukiman suku Mukomuko ini di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat dan daerah Kerinci provinsi Jambi. Populasi suku Mukomuko ini diperkirakan telah lebih dari 30.000 orang.

Dahulunya mereka termasuk masyarakat yang terisolasi di pedalaman, tetapi saat ini telah dibangun akses jalan menuju pemukiman mereka, sehingga mereka terlepas dari keterasingan mereka di pedalaman.

Bahasa yang diucapkan oleh suku Mukomuko ini adalah bahasa Mukomuko. Oleh para peneliti bahasa, bahasa Mukomuko ini dianggap sebagai bagian dari dialek bahasa Minangkabau, karena terdapat beberapa kemiripan dengan bahasa Minangkabau. Sebenarnya selain mirip dengan bahasa Minangkabau, bahasa Mukomuko ini juga sangat berkerabat dengan bahasa Rejang, karena hampir 60% mirip dengan bahasa Rejang. Sedangkan terdapatnya dialek Minangkabau pada bahasa Mukomuko ini diperkirakan dialek ini dibawa oleh para pendatang Minangkabau pada masa lalu yang hidup berbaur dengan masyarakat setempat, dan secara tidak langsung membawa pengaruh ke dalam bahasa asli suku Mukomuko ini. Jadi bahasa Mukomuko ini kemungkinan merupakan hasil asimilasi antara bahasa Rejang dengan bahasa Minangkabau serta dengan bahasa Melayu setempat.

Sedangkan adat istiadat dan budaya suku Mukomuko ini juga tidak jauh berbeda dengan budaya suku Rejang, serta memiliki kemiripan dengan budaya suku Serawai dan suku Komering. Selain itu terdapat juga kemiripan dengan budaya suku Minangkabau. Salah satu budaya kesenian mereka yang terkenal adalah kesenian Gandai, yang mirip dengan kesenian Randai dari Sumatra Barat.

Masyarakat suku Mukomuko secara mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Terlihat dari beberapa kesenian dan adat-istiadat mereka banyak mengandung unsur budaya Islam yang terserap ke dalam budaya suku Mukomuko.

Sebagian besar kehidupan masyarakat suku Mukomuko ini adalah sebagai petani terutama pada perladangan.

sumber:
  • mukomukokab.bps.go.id
  • rejang-lebong.blogspot.com
  • sabda.org
  • wikipedia
  • dan sumber lain
foto:
  • bengkuluekspress.com

1 comments:

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,