Suku Aji

Suku Aji, atau kadang ada yang menyebut sebagai suku Haji, juga sebagai Marga Haji, adalah suatu komunitas masyarakat yang mendiami wilayah di desa Sukarami Aji, yang terletak sekitar ±15 km dari kota Muaradua ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.serta 4 km dari ibukota kecamatan buay sandang Aji. 

Desa Sukarami merupakan sebuah desa terpenting dalam sejarah suku Aji, karena desa Sukarami dan Kuripan Aji lah yang memelihara barang pusaka Sang Hyang Rakian Sakti (tokoh dalam mitos suku Aji).
Suku Aji, tersebar di sepanjang aliran sungai Selabung, sebuah sungai yang mengalir dari danau Ranau provinsi Sumatra Selatan. Suku Aji tersebar mulai dari provinsi Lampung, provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu.

Suku Aji dijuluki Raja Adat, Raja Hukum, Raja Basa “Pangeran Sang Aji Malihi adalah Raja Saka Aji Sai (marga Haji) yang mengadakan pepadun tentang bahasa dan adat dengan keempat Buay dari Lampung, Bengkulu dan Jambi yang menjadi wilayah kekuasaannya pada masa dahulu.

Suku Aji, pada umumnya hidup dari bidang pertanian, perkebunan kopi, perkebunan lada dan hasil bersawah. Masyarakat suku Aji sebagian besar adalah petani pribadi, mengolah tanah warisan leluhurnya.

sumber:
  • adityakhenzo.wordpress.com
  • wikipedia
  • dan sumber lain

4 comments:

  1. suku aji yang ada di lampung bermukim di kampung palas aji kecamatan palas kabupaten lampung selatan.

    ReplyDelete
  2. ..cuma untuk mengingat kan saja,kalau jalma Aji,bukan Haji. Menurut asal usul suku,adalah kland melayu yg di selamat kan dari korban keributan sesama mereka(abung yg sekarang). Itu dulu. .dan yg tdk senang,maka mereka pergi dr daerah Saka Selabung, menuju hiliran sungai yg sekarang dinamakan Komering. Ada yg trus kehilir,dan ada yg naik kedaratan kearah Lampung utara. .pada abad 13-14. Nama daerah mereka disebut juga Punggor Aji. . Ok . Bro?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok sob, trims ya untuk tambahannya,
      Salam kenal

      Delete

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,