Suku Dayak Punan Panyawung (Ot Penyaung)

Suku Dayak Punan Panyawung, atau Ot Penyaung, adalah satu komunitas masyarakat dayak yang hidup dan bermukim di daerah Tumbang Jojang hulu sungai Busang provinsi Kalimantan Tengah dekat dengan sungai Mahakam.

Suku Dayak Punan Panyawung, dikelompokkan ke dalam rumpun Punan. Suku Dayak Punan Panyawung tidak berhubungan kerabat apapun dengan suku-suku dayak yang dikelompokkan ke dalam rumpun Punan. Istilah "punan", kemungkinan dulunya ditujukan kepada kelompok dayak yang masih mempertahankan gaya hidup seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka atau gaya hidup yang hampir primitif.

Kehidupan masyarakat suku Dayak Punan Panyawung seperti orang Ot Siau (Punan Kaki Merah) diperkirakan sampai saat ini masih hidup terasing di pedalaman. Mereka sengaja menghindar dari kelompok komunitas suku-suku lain yang mereka anggap bisa membawa bencana bagi mereka. Sehingga sampai saat ini mereka gampang curiga terhadap kehadiran orang asing yang melintas dekat pemukiman mereka.

Pada tahun 1915 sampai tahun 1916, seorang Norwegia bernama Carl Lumholtz, melakukan ekspedisi Barito-Muller-Mahakam (1915-1916). Dalam ekspedisinya, memasuki hutan pedalaman Kalimantan yang masih asli. Carl Lumholtz, bertemu dengan sekelompok orang yang hidup di tengah hutan pedalaman, yang disebut sebagai suku Dayak Panyawung.

Mata pencaharian mereka masih tradisional selaras dengan alam, berburu, dan sebagai nomaden yang bergerak dari satu daerah ke daerah lain. Mereka tidak memiliki pemukiman tetap. Mereka mematuhi keyakinan agama asli mereka yang memiliki unsur campuran animisme dan dinamisme.

sumber:
  • joshuaproject.net
  • word-dialect.blogspot.com
  • (vb-01/Marko Mahin: Dosen Agama dan Budaya Dayak di Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin dan Peneliti di Lembaga Studi Dayak-21)
  • benuadayak.blogspot.com
  • oranghutantours.com
  • wikipedia
  • dan sumber lain

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,