Suku Dayak Jawant

suku Dayak Jawant
Suku Dayak Jawant, berada di kecamatan Sekadau Hulu kabupaten Sanggau, yang bermukim dan tersebar di desa Boti yang terdiri dari kampung Roca, kampung Boti, kampung Tapang Birah dan kampung Natae Kelampe. Selain itu suku Dayak Jawant, juga berada di desa Sei Sambang yang terdiri dari kampung Sulang Betung, kampung Engkorong, kampung Setongang, kampung Tanjung Gontin dan kampung Bongkit), juga di desa Mondi yang terdiri dari kampung Mondi, kampung Jangkak, kampung Sengiang dan kampung Pengansah. Populasi suku Dayak Jawant diperkirakan sebesar 5.997 orang.

Menurut orang tua-tua adat pada masyarakat suku Dayak Jawant, bahwa dulunya mereka berasal dari suatu tempat di Kapuas Hulu. Dalam perjalanan, mereka tersesat dan akhirnya menemukan suatu tempat di hilir sungai Menterap, di wilayah Sekadau sekarang ini.

Bahasa suku Dayak Jawant adalah bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Dayak Jawant terdapat sedikit kemiripan dengan bahasa suku dayak lain yang juga penghuni di sekitar sungai Menterap.

Suku Dayak Jawant, pada masa lalu adalah penganut agama asli suku dayak, seperti agama adat (kalau di kalimantan tengah disebut Kaharingan). Saat ini sebagian besar dari mereka telah menganut agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan, sedangkan sebagian kecil tetap mempertahankan agama asli mereka.
Nenek moyang orang Dayak Jawant punya hidup religiositas. Mereka menyembah kepada Duata Petara (Tuhan nenek moyang mereka) dalam bentuk patung belian. Upacara pemujaan dilakukan dalam jangka waktu 5 tahun sekali atau sewaktu-waktu kalau terjadi bencana atau wabah penyakit. Upacara adat ini mirip dengan upacara Tolak Bala di daerah Ketapang. Upacara adat ini bisa dilaksanakan selama 10 hari 10 malam.

Masyarakat adat Dayak Jawant, mempunyai cara tersendiri dalam memulihkan hubungannya dengan Tuhan dan alam. Salah satu tradisi adat pada masyarakat Dayak Jawant dinamakan Ngisi’ Pamali.
Menurut suku Dayak Jawant, ada dua pamali (pantangan), yaitu:
  • Pamali Uma (pamali dalam berladang), berupa barobut pantap tikap bapancang tongah uma (perselisihan yang terjadi di ladang), padi terbakar ataupun dilanggarnya pantang lain.
  • Pamali Rumah Tangga’ (pamali di dalam rumah), dapat berupa terbakar atau dibakarnya perabot rumah seperti tempat tidur, bantal, selimut, pakaian ataupun bagian dari rumah. Jika salah satu dari pamali itu dilanggar maka untuk pemulihannya harus dibayar adat Ngisi’ Pamali.

Suku Dayak Jawant, dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar melakukan praktek pertanian behuma (ladang) dan memanfaatkan pohon karet untuk menyadap getah karet. Memelihara hewan ternak seperti ayam, babi, sapi serta bebek untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual ke desa lain atau ke kota. Selain itu mereka juga berdagang dan berkebun sayur. Pada saat tidak ada pekerjaan di ladang, mereka akan berburu binatang liar seperti babi hutan, rusa dan burung, serta menangkap ikan di sungai-sungai yang mengalir di sekitar perkampungan mereka. Sementara beberapa memilih pekerjaan sebagai tukang ojek untuk transportasi dari satu desa ke desa lain, untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

sumber:

  • agustinusmualang.blogspot.com
  • jawant.blogspot.com/
  • amapatriswitin.blogspot.com
  • wikipedia 
  • dan sumber lain

3 comments:

  1. Tulisan yg bagus, Sangat kaya warisan budaya jawant yg tidak akan dijumpai di daerah lain spt adat berladang,pernikahan,menyelesaikan sengketa. Dan cerita peperangan antar suku dari orang2 tua,dll. saya bangga menjadi orang jawant.

    ReplyDelete
  2. Tulisan yg bagus, Sangat kaya warisan budaya jawant yg tidak akan dijumpai di daerah lain spt adat berladang,pernikahan,menyelesaikan sengketa. Dan cerita peperangan antar suku dari orang2 tua,dll. saya bangga menjadi orang jawant.

    ReplyDelete
  3. Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah/Pesugihan Putih AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia,jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet »»>INFO KLIK DISINI<«« Wassalam






    RITUAL DUNIA GHAIB

    RITUAL TEMBUS TOGEL/LOTREY

    BUAYER MUSTIKA

    PAKAR MUSTIKA

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,