![]() |
| orang De'ang (chinatoday.com) |
Orang De'ang di daerah Yunnan hidup bertetangga bersama etnis minoritas lain seperti suku Dai, Jingpho dan Wa. Selain terapat di China, etnis De'ang juga terdapat di Burma yang lebih dikenal sebagai suku Palaung.
Suku De'ang di China terdiri dari 4 sub-kelompok, yaitu:
- Pale
- Shwe
- Rumai
- Riang
Sehari-hari orang De'ang berbicara dalam bahasa De'ang, yang merupakan cabang dari kelompok bahasa Mon-Khmer, dari keluarga bahasa Austroasiatic. Orang De'ang tidak memiliki bahasa tulisan tradisional, sehingga sebagian dari mereka menggunakan huruf Cina dalam berkomunikasi secara tertulis.
Orang De'ang adalah orang yang trampil untuk membuat berbagai kerajinan seperti silversmiths cor gelang, kancing, kalung dan pipa tembakau. Para perempuan untuk kerajinan tenun dan lain-lain. Barang kerajinan orang De'ang terkenal dengan kualitas yang terang dan halus.
Mayoritas orang De'ang adalah penganut Hinayana, sebuah sekte agama Buddha, yang kemungkinan mendapat pengaruh dari suku Dai. Anak laki-laki kurang dari 10 tahun dikirim ke kuil untuk belajar dan menjadi biarawan. Kebanyakan dari mereka menjalani pendidikan di kuil Buddha dalam beberapa tahun, hanya beberapa yang dipromosikan sebagai bikhu Buddha. Di luar itu, orang De'ang juga mempercayai dewa-dewa seperti Raja Naga, Dewa Gunung, Dewa Tanah dan lain-lain.
Orang De'ang memiliki tradisi budaya yang mirip dengan orang Dai, seperti Festival Air Percikan, pembukaan dan penutupan Festival Pintu-hari sebagai seremonial.
Festival Air Percikan diadakan pada pertengahan siklus bulan lunar ke 4, dalam waktu 3 sampai 5 hari. Pada hari besar, semua orang berkumpul di kuil-kuil, mendengarkan khotbah dan membersihkan patung Buddha dengan air murni. Setelah itu, sambil bernyanyi dan menari, mereka menyiramkan air satu sama lain yang merupakan ritual untuk memberikan salam.
Kemahiran Wushu juga menjadi andalan suku De'ang, yang disuguhkan sebagai hiburan. Orang De'ang adalah kelompok minoritas yang sopan. Dalam keluarga, yang lebih muda akan membersihkan kaki saudara yang lebih tua.
Orang De'ang hidup pada pertanian tradisional, seperti tanaman padi sawah untuk menghasilkan beras, yang menjadi makanan pokok orang De'ang. Selain itu jagung, gandum dan kacang-kacangan juga penting bagi mereka. Tanaman teh juga menjadi tanaman andalan orang De'ang, karena kebiasaan mereka minum teh kental. Mereka bangga dengan budaya teh mereka yang unik. Dalam kegiatan kunjung mengunjungi keluarga, teh menjadi suguhan yang istimewa. Cara lain untuk menikmati teh adalah dengan cara mengunyah teh basah untuk memberi kesejukan pada saat musim panas terik.
terkait:
> http://www.travelchinaguide.com/intro/nationality/deang/
> http://www.chinatoday.com/people/china_ethnic_de_ang.htm








