Suku Kazak, China

suku Kazak
Suku Kazak, adalah salah satu suku yang hidup di China. Populasi suku Kazak di China diperkirakan sebesar 1.250.458 orang.

Suku Kazak, mendiami daerah Xinjiang Uygur. Mereka tersebar di beberapa daerah otonomi tersendiri, yaitu Prefektur Otonomi ILI Kazak, Mori Kazak Otonom County dan Barkol Kazak Otonomi County. Suku Kazak juga ditemukan di Haixi Mongolia, Tibet dan di provinsi Qinghai dan Aksay Kazak di provinsi Gansu.

Suku Kazak, memiliki asal-usul yang sama atau satu nenek moyang dengan bangsa Kazakhstan di negara Kazakhstan di Asia Tengah.

Suku Kazak berbicara dalam bahasa Kazak, yang merupakan cabang keluarga Altai, Turki. Suku Kazak di China telah berasimilasi dengan suku Han, Uygur dan Mongolia, sehingga bahasa mereka banyak mengalami perubahan dengan menyerap bahasa-bahasa lain.

perempuan Kazak
Suku Kazak memiliki pakain yang bervariasi, setiap daerah pemukiman suku Kazak memiliki pakaian yang berbeda. Di musim dingin, orang-orang biasanya memakai syal bulu domba, dan mengenakan mantel bulu unta, dengan sabuk berhiaskan logam yang ditempa di pinggang dan pedang yang tergantung di sisi kanan. Celana panjang yang terbuat dari kulit domba. Kaum wanita mengenakan gaun merah dan di musim dingin mereka mengenakan mantel dengan kancing di bagian depan. Para gadis menyukai celana dari kain yang dibordir dihiasi dengan koin perak dan perhiasan perak lainnya, yang akan berbunyi gemerincing saat mereka berjalan.

Suku Kazak menganut system patriarki feodal. Laki-laki memiliki otoritas mutlak di rumah. Perempuan tidak memiliki hak waris. Pernikahan dan hak waris telah ditentukan dalam garis keluarga.
Ketika seorang laki-laki telah dewasa dan menikah, menerima beberapa harta dari orang tua dan mulai hidup mandiri. Hanya adik bungsu yang diperbolehkan tinggal dengan keluarga.

Peternak di wilayah Altay mengenakan topi persegi terbuat dari bulu domba atau kulit rubah ditutupi dengan kain brokat berwarna terang. Para gadis menggunakan bulu burung hantu untuk menghias topi dengan motif bunga. Semua perempuan mengenakan kain putih, bersulam dengan benang merah kuning.

Orang Kazak menganut monogami, tetapi dalam masyarakat lama, poligami itu sangat umum di antara para penguasa feodal dan kepala suku.

Masyarakat suku Kazak sangat ramah. Jika mereka mengundang tamu, mereka akan menghidangkan domba yang terbaik. Pada waktu makan malam, tuan rumah menyajikan hidangan dari domba, kepala domba akan diberikan kepada tamu, yang akan memotong daging dari pipi kiri dan kanan, sebagai tanda terima kasih. Kemudian memotong telinga dan menawarkan kepada yang paling muda. Kepala domba akan dikembalikan ke tuan rumah.

orang Kazak Muslim
Orang Kazak di China sebagian besar menganut agama Islam sekitar 60%, sedangkan sekitar 30% menganut agama Budha, dan sisanya masih mempertahankan agama tradisional suku mereka. Pengaruh Islam besar sekali terhadap kehidupan sosial mereka dalam semua aspek. Mereka harus memberikan zakat sesuai ketentuan. Tapi sangat jarang bangunan mesjid di wilayah mereka.

Hari raya dan festival suku Kazak, berkaitan dengan agama. Suku Kazak yang beragama Islam merayakan hari raya Idul Fitri, hari raya kurban. Merayakan hari raya mempunyai arti bertemu dengan sanak saudara, bersalaman, dan memotong domba. Festival Nawuruz dalam bulan pertama penanggalan kalender lunar adalah kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tetua adat dan harapan baru untuk tahun yang lebih baik. Setiap keluarga membuat “kuji,” makanan terbuat dari daging kambing, adonan susu, daun barley, gandum dan makanan lezat lainnya.

penunggang kuda handal
Suku Kazak adalah penunggang kuda yang handal, laki-laki maupun perempuan. Para laki-laki muda menyukai permainan gulat dan berkuda. Pada perayaan festival padang rumput, ketrampilan menunggang kuda di padang rumput selalu dilombakan.

Etnis minoritas ini memiliki kekayaan warisan kesusasteraan. Penyanyi balada Kazak dikenal dengan nama Akens. Setelah bersatunya China, penyanyi atau “akens balada”, melakukan usaha besar untuk mengumpulkan kembali ayat-ayat tua, dongeng, peribahasa dan belajar menciptakan lagu-lagu karya kontemporer dan klasik. Banyak karya telah diterbitkan oleh suku Kazak di sini.

Musik dan tari dari suku Kazak memiliki fitur unik. Suku Kazak menyukai musim panas karena itulah waktu yang terbaik untuk bernyanyi. Mereka sering bernyanyi dan menari sepanjang malam musim panas di padang rumput. Instrumen dengan dua senar adalah favorit mereka. Salah satu alat musik yang terkenal adalah Dongbula.

Kehidupan suku Kazak sebelum tahun 1949 bersatu dalam marga marga. Suku Kazak terbagi menjadi 3 hordes (ordas): the Great Horde, Middle Horde dan Little Horde atau dari daerah kanan, kiri dan barat seperti yang tercantum dalam dokumen pemerintahan Qing. Pasukan Tengah yang paling kuat, dengan jumlah penduduk terbesar dan paling lengkap garis keturunan marga. Suku Kazak di Cina sebagian besar adalah keturunan Yang Agung dari gerombolan Tengah.

Organisasi klan Kazak adalah kombinasi dari sistem feodal patriarki eksploitasi klan dan marga. Para penguasa menindas orang-orang miskin dan menikmati hak politik. Sebagian besar para gembala miskin kehilangan semua haknya.

Sekelompok kecil orang Kazak yang kaya di awal abad ke 20 memiliki ribuan ekor sapi, domba, kuda dan unta, sedangkan mayoritas gembala hanya mempunyai simpanan yang sangat kecil dan itu untuk hidup. Meskipun padang rumput dimiliki oleh seluruh suku, tetapi sebenarnya dimiliki oleh beberapa pemimpin klan .
Ada banyak catatan tentang asal-usul etnis minoritas Kazak dalam sejarah Cina. Dari cerita sejak 500 tahun lalu, sejak Zhang Qian dari Dinasti Han Barat yang diutus pergi ke Wusun pada 119 SM. Pada saat itu pemerintahan Kaisar Wu Di dari Dinati Barat, Wusun telah menjalin hubungan dengan Pemerintahan Han melalui pernikahan Xijun dan putri Xieyou, dan Raja Wusun Kunmo dengan pejabat wanita Dinasti Han, Feng Liao.
Penduduk lembah sungai ILI dan sekeliling Issyk Kul terutama orang2 Wusun dan sebagian etnis Yueshi adalah nenek moyang dari Kazak.
Pada pertengahan abad 6, Turkomans mendirikan kerajaan di Pegunungan Altay. Pada saat itu mereka bercampur dengan orang orang Wusun, dan nenek moyang Kazak, kemudian bercampur lagi dengan pendatang semi nomadens Uighurs, Qidans, Naimans, Gelulous, Mongol .Beberapa suku Kazak masih mempertahankan nama Wusun, Naiman membuktikan bahwa etnis Kazak adalah kelompok etnis tua di China.
Pada awal abad 13, Genghis Khan melakukan intervensi ke barat, suku Wusun, Kelie dan suku Naiman harus pindah. Di 1460, beberapa gembala di bagian hilir dari Syr-Darya, di bawah kepemimpinan Jilai dan Zanibek, kembali ke lembah selatan Sungai Danau Balkhash Chuhe.
Saat mereka pergi ke timur untuk melarikan diri dari kekuasaan Khan Ozbek, mereka bernama “Kazak,” yang berarti “pengungsi” atau “pelarian.” Mereka kemudian bercampur dengan Ozbeks bergerak ke selatan dan menetap di daerah Mongol dari Kekhanan Jagatai. Seiring dengan bertambahnya populasi, mereka memperluas padang rumput mereka di barat laut danau Balkhash, lembah sungai Chu dan ke Tashkent, Andizan dan Samarkand di Asia Tengah, secara bertahap berkembang menjadi kelompok etnis Kazak.
Pada pertengahan abad ke-18, Tsar Rusia mulai menyerang Asia Tengah dan menghabiskan padang rumput Kazak dan daerah timur dan selatan Danau Balkhash – bagian dari wilayah Cina. Setelah pertengahan abad ke-19, karena agresi oleh Tsar, mendorong Kazak ke padang pasir dimana manusia dan binatang hampir tidak bisa bertahan hidup.
Dari 1864 ke 1883, pemerintah Tsar memaksa Pemerintahan Qing menandatangani sejumlah perjanjian yang tidak setara yaitu perjanjian “Tacheng Protokol tentang Penetapan Batas Sino-Rusia “. Banyak orang Mongolia, Kazak dan Kirgiz bermigrasi ke wilayah yang dikuasai Cina.

Dua belas suku Kazak Kelie berternak dan memindahkan hewan mereka di dekat Danau Zhaysang di selatan Pegunungan Altay pada tahun 1864. Lebih dari 3.000 keluarga dari marga Heizai Kazak pindah ke ILI dan Börtala pada tahun 1883. Banyak orang lain mengikuti setelah delimitasi perbatasan.

Partai Komunis Cina mulai melakukan kegiatan revolusioner di Kazak pada tahun 1933. Takut bahwa hak-hak istimewa feodal mereka dihilangkan, para penguasa feodal dalam kelompok etnis memboikot pendirian sekolah dan pengembangan pertanian, dan usaha ekonomi dan budaya lainnya. Di bawah ancaman pangliman perang Sheng Shicai, beberapa Kazak harus mengungsi, karena ancaman dan kecurangan oleh kepala suku, pindah ke Gansu dan provinsi-provinsi Qinghai antara tahun 1936-1939.
Ma juga menabur perpecahan di antara Kazak, Mongolia dan Tibet, dan menghasut mereka untuk memerangi satu sama lain. Sebagai hasilnya, Kazak melakukan pemberontakan di Golmud pada tahun 1939. Mereka di Gansu dan Qinghai harus menjalani hidup gelandangan sampai pembebasan nasional China pada tahun 1949.

Suatu revolusi melawan kekuasaan Kuomintang terjadi di ILI, Tacheng dan Altay pada tahun 1944. Kazak, yang merupakan mayoritas, dan Uygurs dari Nilka County membentuk tiga unit gerilya bersenjata untuk memulainya. Selama masa Perang Pembebasan di tahun 1940-an, Kuomintang melanggar perjanjian “Sebelas Artikel Perdamaian” yang telah ditandatangani oleh pemerintah revolusioner dengan tiga kabupaten.
Hal ini dipicu oleh Usman, pengkhianat politik Kazak, yang memulai pemberontakan bersenjata untuk menghancurkan revolusi. Dia menyerang Altay 2 kali, pada bulan Oktober 1946 dan pada September 1947, penjarahan dan pembakaran rumah masyarakat setempat. Suku Kazak dan orang-orang dari kelompok etnis lain mengalahkannya pada akhirnya.
Mereka menyembelih hewan mereka di akhir musim gugur dan mengasapkan daging untuk musim dingin. Pada musim semi dan musim panas, ketika binatang menghasilkan banyak susu, para gembala Kazak menaruh susu kuda segar di Shaba dan diaduk secara teratur sampai terfementasi menjadi berubah warna, anggur asam yang terbuat dari susu kuda, minuman favorit musim panas bagi penduduk setempat. Para gembala suka minum teh direbus dengan susu sapi atau susu unta, ditambah garam dan mentega. Dimakan dengan kue yang dibuat dari tepung beras dan gandum yaitu Nang (kue panggang), nasi yang dimasak dengan daging kambing cincang dan dimakan dengan tangan.

memerah sapi
Mata pencaharian Suku Kazak adalah bertani dan berternak, mengembala hidup nomaden. Alam dan lingkungan hidup mereka yang dikellilingi pegunungan, padang rumput memudahkan mereka mengembala ternak. Mereka bermigrasi untuk mencari padang rumput pada perubahan musim. Pada musim semi, panas dan gugur, mereka tinggal di yurts bulat yang dapat dilipat dan di musim dingin membangun pondok-tanah beratap datar di padang rumput. Pintu Yurt biasanya terbuka menghadap timur, dua sudut untuk tidur tempat dan ditengah untuk menyimpan barang dan pelana, di depan tempat bagi tamu. Alat untuk berkuda dan berburu, peralatan memasak, dan hewan disimpan di kedua sisi pintu.
Suku Kazak hidup dari hewan peliharaan mereka. Hewan peliharaan memproduksi berbagai macam produk susu. Misalnya, Nai Ge Da (adonan susu), Nai Pi Zi (kulit susu) dan keju. Mentega terbuat dari susu sapi dan susu domba. Mereka biasanya makan daging domba direbus dalam air tanpa garam.

sumber:
sumber lain dan foto:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,