Suku Dayak Punan Hovongan

suku Dayak Punan Hovongan
Suku Dayak Punan Hovongan, mendiami daerah hulu sungai Hovongan, anak cabang sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Populasi suku Dayak Hovongan diperkirakan hampir sebesar 2000 orang.

Dahulunya suku Dayak Punan Hovongan hidup secara nomaden, membuka area baru untuk perladangan, dengan metode tebas-tebang dan bakar. Pada masa sekarang ini mereka lebih memilih untuk menetap, sambil menerapkan sistem pertanian gilir balik (berladang). Mereka hidup di beberapa kampung, yang terdiri dari kampung Nanga Lapung, kampung Nanga Bungan, kampung Tanjung Lokang, kampung Belatung dan kampung Hovo'ung. Di kampung Belatung dan kampung Hovo'ung, suku Dayak Punan Hovongan hidup bersama kelompok masyarakat lain.

Seorang pemimpin adat masyarakat suku Dayak Punan Hovongan, disebut Temenggung, yang memimpin segala kedaulatan wilayah ketemenggungan. Berbeda dengan kepala adat yang mengatur segala adat-istiadat suku.

seorang ibu
suku Dayak Punan Hovongan
Salah satu tradisi suku Dayak Punan yang populer di kalangan mereka adalah Menyangon. Tradisi menyangon ini adalah semacam menyanyi dan berpantun, yang menggunakan bahasa Dayak Punan Hovongan. Menyangon ini sangat unik karena seperti bercerita tetapi diikuti dengan irama yang agak monoton, tetapi sangat menarik dan enak didengar.

Kehidupan masyarakat suku Dayak Punan Hovongan ini pada dasarnya adalah pada bidang pertanian berladang, serta kebiasaan sejak masa lalu adalah berburu binatang liar di hutan, dan mengumpulkan hasil hutan untuk keperluan hidup mereka. Tetapi sejak ada lokasi penambangan emas di wilayah mereka, saat ini banyak dari mereka yang turut serta untuk memilih pekerjaan menjadi penambang emas sungai.

sumber:
  • joshuaproject.net
  • gambar-foto: buletinbetungkerihun.wordpress.com
  • gambar-foto: travel.detik.com
  • wikipedia
  • dan sumber lain

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di bawah ini, Kami mohon maaf, apabila terdapat kekeliruan atau ada yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, sehubungan dengan sumber-sumber yang kami terima bisa saja memiliki kekeliruan.
Dengan senang hati kami menerima segala kritik maupun saran pembaca, demi peningkatan blog Proto Malayan.
Salam dan terimakasih,